PERSIAPAN KULIAH FARMASI - Dulu jurusan farmasi sering kali dipandang sebelah mata.
Sebab, jarang terlihat eksistensinya di tengah-tengah masyarakat.
Namun saat ini, orang yang berminat mengambil jurusan farmasi semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu.
Hal ini terbukti dari jumlah peminat yang semakin bertambah setiap tahunnya.
Pada dasarnya, jurusan farmasi merupakan salah satu jurusan kuliah yang termasuk ke dalam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau saintek bidang kesehatan.
Selama ini, jurusan farmasi dikenal mempelajari berbagai obat-obatan dan juga masuk ke dalam rumpun jurusan gabungan dari ilmu biologi, kimia, dan kesehatan.
Biasanya jurusan farmasi masuk ke dalam Fakultas Farmasi.
Akan tetapi, tak semua universitas negeri maupun swasta memiliki Fakultas Farmasi.
Sebagai alternatifnya, jurusan farmasi kerap kali bergabung dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Perlu diketahui, seorang lulusan farmasi akan mendapatkan gelar Sarjana Farmasi atau S.Farm.
Berikut adalah segelintir pengetahuan tentang jurusan farmasi:
Ternyata ilmu farmasi tak hanya mempelajari teknologi pembuatan obat-obatan saja. Ilmu farmasi juga mempelajari cara penyimpanan, penyediaan, dan juga penyaluran obat. Tak hanya itu, mahasiswa farmasi akan mempelajari senyawa dan sintesis obat, lalu diracik menjadi sebuah obat yang layak dan aman untuk dikonsumsi.
Tugas dari jurusan Farmasi berhubungan erat dengan penyebab penyakit begitupun dengan obat yang pas untuk mengatasinya. Mereka juga akan belajar cara kerja obatnya di dalam tubuh. Tak hanya belajar teori, mahasiswa farmasi akan mempelajari cara meracik obat dengan cara praktik di laboratorium.
Di dunia ini terdapat banyak produk yang dapat diracik dengan dasar ilmu farmasi. Seperti makanan, kosmetik, dan perawatan kulit. Sehingga, orang yang bergerak di bidang farmasi memiliki kemampuan untuk memberikan takaran apakah zat yang sesuai dengan produk.
Diketahui bahwa sekitar 70 persen kegiatan perkuliahan di jurusan farmasi akan diisi dengan kegiatan praktikum di laboratorium. Sebab, seseorang yang bekerja di bidang farmasi akan didominasi dengan kegiatan di dalam laboratorium. Seorang yang telah mendedikasikan masuk ke jurusan farmasi akan membutuhkan waktu yang lama untuk praktikum. Durasi sekali praktik farmasi memakan waktu hingga 4 jam. dalam satu hari mahasiswa ini memiliki jadwal laboratorium lebih dari sekali.
Jurusan farmasi juga mempunyai konsentrasi maupun peminatan untuk setiap mahasiswanya. Secara umum, ada empat peminatan yang ada dalam jurusan farmasi.
1. Farmasi sains dan teknologi, sebuah peminatan yang lebih fokus dalam mengembangkan obat yang ada atau menciptakan racikan obat baru.
2. Farmasi industri yang lebih fokus mendalami industri pengolahan obat namun dalam skala besar.
3. Farmasi klinik, sebuah ilmu farmasi yang lebih dalam mempelajari tentang ilmu untuk klinik, rumah sakit, dan apotek.
4. Farmasi bahan alam, sebuah peminatan yang menitikberatkan pada pembuatan obat yang berasal dari bahan organik maupun bahan alami seperti obat herbal.
Salah satu prospek kerja dari jurusan farmasi adalah menjadi seorang apoteker. Seseorang tidak dapat langsung menjadi seorang apoteker bila hanya baru lulus S1. Saat kamu sudah mendapat gelar sarjana farmasi (S.Farm), kamu harus mengambil studi lanjutan apoteker untuk mendapatkan gelar apoteker (Apt.) yang diakui dan buka praktik.
Selain menjadi seorang apoteker, kamu bisa bekerja di lembaga penelitian milik pemerintah maupun swasta. Kamu juga bisa meniti karier sebagai pengembang, konsultan, serta penjamin mutu obat, makanan, atau kosmetik.
Lama waktu kuliah jurusan ini bisa ditempuh dalam kurun waktu sekitar 3,5 sampai dengan 4 tahun untuk memperoleh gelar sarjana farmasi (S.Farm). Setelah lulus S2 bisa mengambil pendidikan profesi apoteker selama satu tahun hingga memperoleh gelar Apt.
Seorang lulusan farmasi industri biasanya yang banyak diincar. Jika bekerja di bidang industri, lulusannya akan ditempatkan dalam bagian teknik pembuatan, spesifikasi bahan baku obat dan research and development guna menentukan formula
Jangan salah, seorang lulusan farmasi juga dapat bekerja dalam bidang pendidikan. Akan tetapi, untuk yang ingin menjadi dosen, kamu harus menempuh pendidikan minimal S2 di bidang farmasi. Besaran gaji yang diperoleh biasanya Rp4 juta per bulan, tanpa tunjangan dan lainnya.
Tak hanya itu saja, seorang lulusan farmasi juga bisa menjadi seorang pengusaha. Dengan bermodalkan ilmu yang dimiliki, lulusan farmasi bisa membuka apotik sendiri. Akan tetapi, untuk membuka apotik, perhatikan beberapa prosedur untuk perizinannya. Terakhir, kamu juga bisa menjadi seorang peneliti, terlebih di Indonesia ada banyak subjek penelitian yang dapat dilakukan untuk lulusan farmasi.
Universitas Duta Bangsa Surakarta (UDB) merupakan salah satu universitas swasta terkemuka di Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Salah satu program studi yang ditawarkan oleh UDB adalah S1-Farmasi. Lulusan program studi Farmasi di Universitas Duta Bangsa memiliki berbagai pilihan karier yang menarik, yakni sebagai Apoteker, Petugas Laboratorium Klinik, Dunia kecantikan, Health educator, Industri farmasi, Lembaga pemerintah, dan lain-lain.
Jika Kamu tertarik untuk mengikuti program S1-Farmasi di Universitas Duta Bangsa Surakarta, Kamu dapat menghubungi mereka langsung melalui nomor 0857-4237-6890 atau melalui akun Instagram resmi mereka, yaitu @udb.official. Jangan ragu untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang program studi dan peluang karier yang ditawarkan oleh universitas ini.
Kelengkapan Berkas Ujian Seminar Proposal TA Prodi D3 RMIK
Serah Terima Praktek Kerja Lapangan Kebidanan Komunitas Mahasiswa Semester V Program Studi D III Kebidanan
SK Penetapan Penerima Program KIP Bagi Mahasiswa Baru Tahun 2020
JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP TA 2019/2020 PRODI D-3 KEBIDANAN
Jadwal UTS Online Prodi D-III RMIK TA 2019-2020 Genap